Berita
Berita
Tanggal
 

21-November-2017 Reksa Dana Pinnacle Indonesia Large-Cap
21-November-2017 Reksa Dana Premier ETF Indonesia State-O
21-November-2017 Reksa Dana Premier ETF IDX30 (XIIT)
21-November-2017 HMETD PT Mega Manunggal Property Tbk. (M
21-November-2017 Reksa Dana Premier ETF Indonesia State-O
21-November-2017 Reksa Dana Premier ETF SMinfra18 (XISI)
21-November-2017 Reksa Dana Premier ETF SRI-KEHATI (XISR)
21-November-2017 Reksa Dana Premier ETF IDX30 (XIIT)
21-November-2017 Reksa Dana Premier ETF LQ-45 (R-LQ45X)
21-November-2017 Update Global Econonomic Calendar
Halaman : Selanjutnya >
15-November-2017
Rini Soemarno Minta Rendemen Gula di Atas 9%
IMQ, Jakarta - Kementerian BUMN terus mendorong kontribusi sub sektor perkebunan tebu melalui program-program yang ditujukan untuk mendorong peningkatan produktivitas tebu.

"Pemerintah terus mendorong agar sektor pertanian beserta sub sektor di dalamnya dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi bangsa," kata Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (15/11).

Menurut dia, peningkatan produktivitas tebu rakyat digiatkan untuk mencapai Swasembada Gula Nasional melalui peran dan kontribusi BUMN.

"Dalam rangka mendorong tercapainya swasembada gula, peningkatan kapasitas petani penting dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tebu dan rendemennya," sambungnya.

Melalui strategi pengembangan tebu rakyat, BUMN berperan dalam memfasilitasi pendanaan bagi petani tebu, membantu pengadaan pupuk non subsidi untuk petani tebu rakyat, melakukan supervisi untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu, meningkatkan komunikasi dengan petani tebu rakyat, serta membuat kontrak giling sebagai jaminan pengelolaan tebu rakyat.

Pemerintah mencatat, total luas tanaman tebu di Indonesia saat ini mencapai 450 ribu hektare (ha) yang terdiri dari luas perkebunan rakyat sebesar 266 ribu hektar, perkebunan negara 67 ribu hektar dan perkebunan swasta sebesar 118 ribu hektar. Rata-rata produksi tebu rakyat secara nasional berada di bawah 80 ton per hektar dengan tingkat rendemen di bawah 8%.

Lahan perkebunan tebu di Provinsi Jawa Timur tercatat 203.566 hektar, yang terdiri dari perkebunan tebu rakyat 184.211 hektar, perkebunan negara 18.950 hektar dan perkebunan swasta 656 hektar. Perkebunan tebu di Jawa Timur merupakan yang terluas di Indonesia atau tercatat sebesar 44% dari total perkebunan tebu nasional.

"Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Jawa Timur khusus untuk mengikuti perkembangan Tebu Rakyat agar tetap tumbuh kembang demi mendukung swasembada gula nasional. Dengan penggunaan teknologi yang tepat guna dan mekanisasi untuk menyongsong 2018, saya harapkan dapat membangkitkan semangat petani Jawa Timur dengan peningkatan target produksi menjadi rata-rata 100 ton per hektar dan rendemen di atas 9%," paparnya.

PT Perkebunan Nusantara XI menjembatani pemenuhan kebutuhan pupuk bagi petani tebu rakyat dengan membentuk distributor pupuk non subsidi di Jawa Timur yang terdiri dari 6 Kelompok Petani Tebu Rakyat (KPTR) dan 2 Non KPTR.

Direktur Utama XI M. Cholidi menambahkan, PTPN XI juga menjamin kontrak pembayaran untuk penebusan pupuk yang dibayar dimuka agar petani rakyat lebih mudah mengakses pupuk tanpa perlu bayar di muka.

Langkah lainnya adalah membantu pemenuhan modal bagi petani tebu rakyat. PTPN XI bertindak sebagai off taker atas kredit komersil dari perbankan. PTPN XI memiliki 16 unit pabrik gula, 1 unit pabrik karung Rosella baru dan 1 unit pabrik alkohol dan spiritus dengan wilayah kerja Jawa Timur.

"Ikatan ini dikuatkan dengan kontrak giling antara petani dengan pabrik gula dan sebagai jaminannya tebu yang dibiayai oleh perbankan dibantu pelunasannya melalui pemotongan pendapatan untuk mengangsur kredit," jelas Cholidi.