Riset
Kategori
Tanggal
 

12-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 12 Desember 2017
12-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 13 Desember 2017
11-Desember-2017 PHINTAS Weekly Report 11 Desember 2017
11-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 12 Desember 2017
08-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 8 Desember 2017
07-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 8 Desember 2017
06-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 6 Desember 2017
06-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 7 Desember 2017
05-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 5 Desember 2017
05-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 6 Desember 2017
04-Desember-2017 PHINTAS Weekly Report 4 Desember 2017
04-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 5 Desember 2017
06-Desember-2017
PHINTAS Market Preview 7 Desember 2017

IHSG : 6035.508 (+35.034) (+0.584%)

Value : Rp7.70 Triliun

F. Nett Sell : Rp451.67 Miliar

USD/IDR : 13,526 (+7) (+0.05%)

 

IHSG mempertahankan penguatannya hingga sore hari ini (6/12), meskipun Investor Asing berbalik mencatatkan net sell pada perdagangan Sesi II (6/12). Penguatan IHSG ini ditopang oleh berlanjutnya aksi bargain hunting pada saham-saham bluechip, terutama BBRI (+3.28%), BBCA (+1.43%), BBNI (+0.89%) dan ASII (+1.83%). Dengan demikian, Sektor Aneka Industri (+1.57%) dan Keuangan (+1.46%) mencatatkan penguatan tertinggi (6/12).

 

Faktor lain yang memicu aksi beli pada saham-saham perbankan adalah pemberlakuan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan peserta program.

 

Dari pasar keuanga, nilai tukar Rupiah masih tertahan di kisaran Rp13,500 per USD. Hal ini dipengaruhi oleh sentimen tax reforrm di AS, sinyal kuat kenaikan the Fed Rate di akhir tahun 2017, perkembangan pembahasan Brexit dan antisipasi sejumlah data ekonomi domestik.