Riset
Kategori
Tanggal
 

12-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 12 Desember 2017
12-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 13 Desember 2017
11-Desember-2017 PHINTAS Weekly Report 11 Desember 2017
11-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 12 Desember 2017
08-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 8 Desember 2017
07-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 8 Desember 2017
06-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 6 Desember 2017
06-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 7 Desember 2017
05-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 5 Desember 2017
05-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 6 Desember 2017
04-Desember-2017 PHINTAS Weekly Report 4 Desember 2017
04-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 5 Desember 2017
07-Desember-2017
PHINTAS Market Preview 8 Desember 2017

IHSG : 6006.835 (-28.673) (-0.475%)

Value : Rp6.31 Triliun

F. Nett Sell : Rp890.22 Miliar

USD/IDR : 13,528 (-18) (-0.13%)

 

Terkoreksi hampir 0.5%, IHSG mendekati level psikologis 6000 pada penutupan perdagangan Kamis (7/12). Koreksi IHSG ini bersamaan dengan berlanjutnya net sell Investor Asing, terutama di Sesi II (7/12). Aksi jual paling signifikan dialami oleh BMRI (-1.67%), BBCA (-1.53%) dan BMRI (-2.31%). Aksi jual ini seiring dengan rencana penurunan biaya transfer antar sesama bank BUMN menjadi Rp1,500-Rp4,000 yang memicu kekhawatiran penurunan fee based income di awal penerapan.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Sektor Keuangan (-1.16%) melemah signifikan, bersama dengan Sektor Agrikultur (-1.44%) dan Pertambangan (-1.26%). Pelemahan sektor komoditas ini dipengaruhi oleh antisipasi Investor terhadap data Neraca Perdagangan (ekspor-impor) Tiongkok (8/12).

 

Dari dalam negeri, Investor menantikan data cadangan devisa per November (8/12), menyusul kenaikan Indeks Kepercayaan Konsumen dari 120.7 di Oktober menjadi 122.1 di November.